Kalau keluarga saya adalah seorang Homoseksual ….

Wah, gue nemuin video yang dimana seorang Ibu yang menerima anaknya sebagai homoseksual. Namanya adalah Ibu Asianti Purwantini. Kalau disini ada yang sedang bingun, gundah, galau, sedih atau ada yang tahu  bahwa salah seorang anggota keluarga, saudara, atau temannya ternyata seorang gay atau lesbian mungkin teman-teman bisa melihat video ini. Gue sama sekali ga ada maksud buat memberikan konspirasi gay itu harus bebas berkeliaran di tengah-tengah masyarakat, ga juga.

“….. saya mempunyai anak yang gay, dan saya dalam posisi yang sudah bisa menerima sepenuhnya …..”

Menurut gue, Ibu itu hebat banget akhirnya  dia bisa menerima kondisi seksual anaknya yang gay. Ibunya sempat membawa anaknya ke psikiater. Hal yang malah dilakukan psikiater bukan menjudge bahwa gay itu penyakit, yang ada psikiater tersebut malah berkomentar :

Psikiater : Ibu kira-kira kalau anak Ibu begini (gay-red) bisa menerima apa tidak ?

Ibu Anti : Saya kira bukan bisa menerima atau tidak. Saya rasa harus saya terima. Kalau saya tidak terima mungkin hubungan saya dengan dia tidak bagus.

Kemdian pandangan bahwa perbedaan hanya terletak pada orientasi seksual saja tetapi dilain pihak kaum LGBT tetaplah sama, mereka tetap memiliki kesetaraan dengan orang normal yang lain.

Saya rasa itu hanya orientasi seksual, diluar itu tidak ada perbedaan. Rasa cinta, rasa marah, rasa sedih tidak memandang laki perempuan, hanya karena orientasi seksual saja. 

mungkin takdir anak saya diciptakan sebagai gay, saya hanya bisa menerima, seperti dia juga harus bisa menerima kondisi dia yang gay, sebagai orang yang berbeda dari yang lain.

Mungkin hal yang paling krusial adalah ketika orang tua mengetahui anaknya memiliki perbedaan seksual. Hal ini mungkin sempat dialami oleh beberapa teman-teman disini. Lantas apa yang harus dilakukan. Mungkin banyak yang memang kemudian mengobati keluarga mereka agar bisa sembuh. Lantas bagaimana jika tenryata tidak sembuh ?

untuk orang tua hanya bisa menerima, kalau tidak bisa menerima jangan sampai anaknya merasa tidak diterima oleh kelompoknya, dan akhirnya dibuang malah kelingkungan yang lebih buruk karena itu akan mendatangkan penyesalan yang lebih jauh lagi.

Mungkin benar kata Ibu Anti, jangan sampai anak merasa tersisih dari lingkungan keluarga. Tidak sedikit kaum LGBT ketika ditolak sama keluarga malah menjadi lebih liar ketika diluar akibat merasa tidak memiliki keluarga yang bisa memahami dirinya. Hal ini yang seharusnya bisa dicegah, bagaimana mencegah agar kaum LGBT tidak semakin liar dan pergaulan yang dimiliki tidak sampai menjerumuskan dia menjadi pribadi yang semakin memperlihatkan bahwa kaum LGBT adalah kaum yang liar, urakan, dan sebagainya. Hal seperti ini pada dasarnya dari diri sendiri dan dukungan keluarga. Penerimaan dirilah yang paling utama, antara menerima dirinya menjadi murni homoseksual, atau menerima bahwa dirinya menjadi biseksual. Atau menerima bahwa hubungan seperti ini jangan sampai menjadi hubungan yang terlalu di ekspose dan cukup hanya untuk kita (dan pasangan kita saja, hehe).

saya ini Muslim, saya percaya hubungan saya dengan Tuhan hubungan saya sendiri

Lantas hubungan kita dengan Tuhan seperti apa. Mencomot dari ucapan Ibu Anti diatas, bahwa hubungan dengan Tuhan adalah hubungan yang dimiliki oleh oleh masing-masing individu, secara personal. Tapi memang berbicara masalah hubungan dengan Tuhan, hubungan yang diperbolehkan adalah hubungan yang halal, lantas  apakah hubungan kaum PLU adalah hubungan yang halal ?

Huwallahu a’lam, #edisialim.

 

PS : Kangen Gembul nih dia lagi umroh. Dia sempet ngabarin kalau semalem sudah sampai di Tanah Suci. Makasih yah Mbul, kamu masih sempet ngabarin ke aku hehe. Semoga lancar disana, kamu pulang dan sampai lagi dengan selamat. Banyakin doa yang baik-baik termasuk nitip doaku yah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s