Tangisan

Taukah kamu?

Kamulah orang kedua yang membuatku menangis tanpa sebab.

Terkadang ku sering bertanya pada diri sendiri mengapa diriku begitu rapuh.

Apakah benar ini adalah proses menuju kedewasaan?

Ataukah ini hanyalah sepenggal rasa sedih yang harus dituangkan dalam butiran air mata?

Hingga akhirnya kumelupakan kesedihanku dan mengingat betapa berartinya dirimu.

Advertisements

Capek Terlihat Dewasa

Banyak orang melihat saya sebagai anak yang dewasa.

Jujur saya merasa lelah.

Saya ingin seperti orang lain yang terlihat bebas tanpa beban.

Kerja, bisa menabung, bisa jalan-jalan, bisa ini bisa itu.

Tapi…. apa sih yang kurang.

Gue sendiri ga parah-parah amat.

Kerja? Udah.

Jalan-jalan? Kadang tapi nggak sering.

Tabungan? Ada tapi nggak banyak.

Lalu apa yang kurang?

Saya kadang menangis.

Entahlah.

Saya bosan sering dianggap dewasa.

Omongan saya memang ‘terdengar’ dewasa.

Tapi saya rapuh, saya lemah.

Saya bukanlah orang kuat seperti yang dilihat orang-orang.

Saya merasa rapuh, dan lemah.

Rapuh didalam kesendirianku.