Capek Terlihat Dewasa

Banyak orang melihat saya sebagai anak yang dewasa.

Jujur saya merasa lelah.

Saya ingin seperti orang lain yang terlihat bebas tanpa beban.

Kerja, bisa menabung, bisa jalan-jalan, bisa ini bisa itu.

Tapi…. apa sih yang kurang.

Gue sendiri ga parah-parah amat.

Kerja? Udah.

Jalan-jalan? Kadang tapi nggak sering.

Tabungan? Ada tapi nggak banyak.

Lalu apa yang kurang?

Saya kadang menangis.

Entahlah.

Saya bosan sering dianggap dewasa.

Omongan saya memang ‘terdengar’ dewasa.

Tapi saya rapuh, saya lemah.

Saya bukanlah orang kuat seperti yang dilihat orang-orang.

Saya merasa rapuh, dan lemah.

Rapuh didalam kesendirianku.

Advertisements

2 thoughts on “Capek Terlihat Dewasa

  1. Jika kau rapuh, jika kau lemah… maka bersandarlah pada Yang Maha Kuat 🙂
    Jika kau merasa sendiri, ingatlah bahwa sesungguhnya kau tidak pernah sendirian. Selalu ada Allah di sana. Di tiap hela napasmu. Karena sesungguhnya, Allah meliputi segala sesuatu.

    Ini bukan sindiran atau sarkasme, Ini hanya sebuah bentuk kepedulian. Sebagai pengingat bahwa akan selalu ada jalan pulang :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s