KISAH HIDUP ISTRI BERSUAMI BISEKS

husbandlover

sumber: google

Gue mau posting hasil ngobrol gue dengan salah satu Ibu kuat dan hebat. Kenapa gue sebut beliau hebat dan kuat?? Soalnya Ibu tersebut mengetahui kalau suami yang dicintai dan dinikahi nya ternyata menjalin hubungan mesra dan dekat dengan pria lain.

Gimana  ceritanya?

Silahkan disimak.

T: Tanya

J: Jawab

T: Pertama-tama cerita dulu dong Ibu kok tiba-tiba ketemu sama blog saya. Awal mulanya seperti apa?

J: Oh itu, awalnya sih saya penasaran aja sama dunia gay, pengen tau sebenarnya gay itu seperti apa, terus ada nggak yang punya pengalaman yang sama seperti saya, punya suami gay. Intinya sih pengen melihat dari sudut pandang gay itu sendiri,  kalau gay itu seperti apa.

T: Ibu punya teman gay?

J: Punya sih beberapa teman gay, cuma gak terlalu curious sama kehidupan mereka, sampe akhirnya kejadian kasus suami saya sendiri.

T: Jadi ibu ada masalah? Punya suami gay? Awal mula mengetahui kalau suami ibu itu gay, ibu cari tahu gay atau ibu pertama cari tahu tentang gay baru ibu tahu bahwa suami ibu gay?

J: Suami saya gay, mungkin cenderung biseksual ya. Iya saya cari tahu tentang suami saya. Jadi setelah suami ketahuan selingkuh sama cowok baru saya cari tahu tentang gay. Sebelumnya sih gak terlalu kepo ya, ga peduli dan biasa aja.

T: Maaf sebelumnya profesi ibu bekerja atau seperti apa ?

J: Bekerja, kebetulan dokter

T: Oohh dokter. Sebelumnya ibu pernah bersinggungan dengan gay atau biseks?

J: Pernah saya punya sahabat gay . Bagi saya sih gak masalah mau gay atau straight, saya sih temenan sama siapa aja, yang penting gak jahat sama orang, hehe.

T: Awal mula Ibu mengetahui kalau suami ibu itu seorang biseks bagaimana, Bu?

J: Awalnya sih saya curiga suami saya kok sering pulang larut malam ya, jadi cuek sama saya, jarang nelpon ato sms juga, terus dia jadi gampang marah. Emang sih saya awalnya mencoba berpikir positif karena emang kebetulan suami saya lagi mengurus event penting yang mengharuskan dia kerja lembur di tempat kerjanya.

Nah suatu hari saya iseng aja buka fb suami saya, eh ternyata dia ada foto sama seorang cowok yang tidak saya kenal. Bukan teman kantor, bukan juga keluarga. Nggak tahu kenapa yah, feeling saya sudah langsung jelek, saya langsung mikir, ini orang kayaknya yang bertanggung jawab atas perubahan sikap suami saya. Padahal fotonya biasa aja deh, kalau dilihat kayak foto sama temen biasa aja. Tapi nggak tahu kenapa feeling saya langsung jelek. Terus saya iseng aja saya telusuri riwayat temannya suami saya ini dan ternyata dia kok banyak temenan (friend listnya) sama cowok-cowok yang gay looking ya?? Saya telusuri juga teman2 suami saya di fb dan tnyata suami saya juga banyak punya temen baru yang gay looking gitu.

Dari situ saya kepikiran apa suami saya gay ya?? Soalnya suami saya itu orangnya kan berantakan, sembrono, gak rapi dan nggak metroseksual seperti kebanyakan gay pada umumnya.

Trus lanjut lagi saya selidiki lagi, ternyata nih cowok bukan teman kantor suami saya, terus iseng-iseng saya selidiki inbox facebook suami saya, ternyata dia kirim pesan ke cowok itu, nulis I Love You segala, kan aneh masa nulis kayak gitu ke teman cowoknya.

Saya jadi ingat juga, sahabat saya yang gay , dulu pas saya masih awal menikah pernah bilang kalau dilihat dari foto suami saya, suami saya itu biseksual, tapi hal itu nggak pernah saya anggap serius.

T: Jadi ketika menikah atau sebelum menikah itu bu, ada temen ibu cerita suami ibu biseks ya?

J: Pas saya sudah nikah mas. Tapi saya tidak menggapnya serius ya, dan sepertinya pada saat itu suami cinta banget sama saya, dan menunjukkan ketertarikan sama saya (cewek)

T: Ooh, jadi awal2 nikah suami bersikap baik ya ke ibu sayang dan menunjukkan ketertarikan seksual ke ibu?

J: Iya

T: Ibu sempat mengakonfirmasi teman fb dan inbox fb tersebut ke suami ibu?

J: Sudah saya tanya sama suami dan temannya itu langsung, dan mereka mengelak, katanya itu cuma becandaan aja, kalau mereka temenan dekat udah kayak saudara. Tapi dibilang begitu tetap saja saya tidak tenang, karena perubahan perilaku suami drastis sekali, benar-benar gak peduli sama saya dan anak-anak.  Anak sakit malah tidak diurus.

Malah saya dimarah-marahin terus sama suami saya, katanya saya curigaanlah, paranoidlah, pencemaslah. Tapi emang feeling cewek apalagi istri itu kuat banget yah.

Sampai akhirnya ketahuan kalau mereka itu selingkuh.

T: Ketahuannya seperti apa bu? Berati suami dan temennya itu awalnya menolak ya bu. Mereka menolak hubungan mereka(sebagai pasangan) atau menolak disebut gay?

J: Suami saya ketahuan menyimpan foto-foto telanjang cowok itu.

Yah, menolak hubungan mereka, yang cowok itu malah tidak mau mengaku kalau dirinya gay, asem emang.

Suami akhirnya ngaku, kalau dia sekarang punya komitmen sama cowok itu, kalau saya sekarang dianggap seperti saudara aja.Tapi sampai sekarangpun suami tidak mau mengaku kalau dirinya gay. Dia bilang itu cuman keisengan aja. Iseng kok diterusin alah?? #tepokjidat.

T: Wah, suami ibu berati menolak ya bu, itu kejadian kira2 berapa tahun kmren bu? Ketika akhirnya suami ibu mengaku, reaksi ibu seperti apa?

J: 3 tahun lalu tepatnya, ketahuannya hari xxxx tanggal xx  xx xxxx tahun 2013 pas jam 5 pagi #sampeingetsakingtraumatis

Marah besar, sedih, takut, camput jadi satu, saya sampe teriak histeris. Gak kebayang saya bakal mengalami hal ini, suami selingkuh aja udah bikin saya shock, apalagi selingkuh sama sesama jenis. Hal pertama di pikiran saya, anak-anak saya gimana ya, punya bapak selingkuh dan gay lagi? Pasti mereka malu banget sama bapaknya.

T: Saya speechles bu, salut juga buat  suami akhirnya mengaku ke ibu. Tapi lebih salut ke ibu. Luar biasa. Kejadian tersebut membuat keadaan ibu shock dan panik, sampai kepikiran berapa hari bu? Atau mungkin ibu sudah mempersiapkan diri kalau sampai suami membuat pengakuan ke ibu?

J: walaupun sudah curiga, saya tetap shock waktu suami mengaku, saya berpikir inilah akhir pernikahan saya, diluar dugaan, suami saya gak mau cerai.

Kepikirannya sampai sekarang mas, udah 3 tahun saya masih berpikir masalah ini.

Suami awalnya sempat janji mengakhiri hubungan dan berusaha mempertahankan pernikahan tapi ternyata omongannya nggak bisa dipegang, dia lebih mengikuti keinginannya daripada keluarga.

Saya berpikir waktu itu saya memaafkan suami karena pikiran saya, suami saya masih bisa diarahkan menjadi straight lagi karena saya mikirnya suami biseksual gak pure gay.

Saya juga berusaha introspeksi diri saya sebagai istri, segala cara diusahakan supaya membuat suami jatuh cinta lagi sama saya.

Sempat sih suami berubah sedikit, agak perhatian lagi sama saya dan anak-anak.

Tapi saya liat suami saya stres juga sama dirinya, suami saya juga berubah banget, dulu gak suka merokok, sekarang merokok, dulu gayanya alim, sekarang botak dan tatoan ala preman. Gampang marah dan cuek banget. Belum lagi kalau makan gila-gilaan, badannya jadi gemuk banget.

Semua teman dan keluarga suami sampe heran melihat perubahan suami

Masalah ini berdampak besar sama keluarga saya. Saya menjadi depresi dan ganpang marah, ujung-ujungnya anak saya yang jadi sasaran, mertua dan orangtua saya sakit, pokoknya seluruh keluarga menderita.

Belum lagi anak-anak saya kehilangan sosok ayah karena ayahnya jarang di rumah.

Hal yang paling saya sesali adalah dampak yang ditimbulkan masalah ini terhadap psikologis anak-anak saya. Saya gak rela anak-anak tidak sebahagia saya waktu kecil dulu. Harusnya anak-anak saya harus lebih bahagia dari saya.

T: Saya kaget sekali bu. Ternyata Ibu mengalami goncangan berat banget ya Bu. Salut ke Ibu. Luar biasa. Hal apa saja yang Ibu lakukan agar suami Ibu bisa kembali “straight”

J: Bayangkan saja saya dulu begadang cuma untuk menunggu suami pulang supaya saya bisa menyiapkan makanan untuk dia, saya berusaha mempercantik diri, melayani suami dengan baik tapi dianya tetap pulang larut malam, kadang pulang pagi, handphonennya susah sekali dihubungi.

Saya nggak tau ya, tiap orang berbeda-beda responnya bila menghadapi masalah, saya termasuk yang shock berat dengan masalah ini. Tiap hari saya nangis, saya jadi iri banget sama teman2 saya yang punya keluarga normal, sampe saya sadar saya harus bertahan untuk bisa bahagiakan anak-anak

Mindset saya berubah, saya gak percaya lagi sama cinta sejati pada pasangan, saya percaya cinta sejati itu didapat antara orangtua (ibu) atau dengan anak-anaknya

Prioritas saya sekarang adalah anak-anak saya.

Oh ya, mertua saya sampe nyari orang pinter buat nyembuhin suami yang katanya kena guna-guna.

T: Berati keluarga besar sudah tau semua kondisi ibu? Semua kasih support ke ibu, atau seperti apa?

J: Sudah tahu semua. Wah, nggak juga. Banyak yang menyalahkan saya karena saya dianggap tidak bisa jaga suami, kalau saya yang bikin suami selingkuh.

T: Astaga, sabar ya Bu. Mertua ibu, berati orang tua suami ibu ya. Ke orang pinter? Dan hasilnya seperti apa?

J: Hasilnya ya tetap saja seperti itu dan nggak ada perubahan.

Saya gak percaya dukun dan guna-guna, saya cuma percaya kekuatan diri sendiri aja, kalau semua perubahan itu dimulai dari diri kita.

T: Ibu banyak sekali mendapatkan tekanan dari keluarga dan kerabat ya?

J: Terutama keluarga suami yang menyalahkan saya. Mereka malah inginnya anak-anak saya diasuh sama mereka saja seandainya saya cerai sama suami.

Heran juga, yang salah suami saya, eh malah saya yang kena hukuman.

Sudah suami saya selingkuh, masa anak-anak saya diambil juga? Mau bikin saya tambah depresi dan bunuh diri? Heran juga saya ke mereka.

T: Sampai sekarang? Respon keluarga suami ibu juga negatif ke ibu? Tapi keluarga dekat Ibu support ke Ibu, kan ya? Kalau mertua ibu alias orang tua suami ibu seperti apa ke ibu responnya?

J: Mertua awalnya menyalahkan saya mas seperti saya bilang tadi. Bisa dibilang yang support saya hanya orang tua saya, terutama Mama saya saja. Di saat susah seperti itu baru saya tau yang benar-benar cinta sama saya, tidak lain Mama saya sendiri.Ya wajar sih mertua kayak gitu, saya kan bukan anaknya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s